Monday, May 13, 2024

Beranda Travel Masuk Musim Kemarau, Ini Daerah di Yogyakarta yang Diprediksi Masih Tetap Diguyur Hujan

 

Masuk Musim Kemarau, Ini Daerah di Yogyakarta yang Diprediksi Masih Tetap Diguyur Hujan

image-gnews
Wisatawan menaiki jip lava tour di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 25 Desember 2023. Wisata lava tour yang menawarkan berkendara menaiki mobil jip menyusuri lereng Gunung Merapi melihat sisa erupsi tahun 2010 tersebut ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal 2023. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyasyah
Wisatawan menaiki jip lava tour di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 25 Desember 2023. Wisata lava tour yang menawarkan berkendara menaiki mobil jip menyusuri lereng Gunung Merapi melihat sisa erupsi tahun 2010 tersebut ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal 2023. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyasyah
IKLAN

TEMPO.COYogyakarta - Sejak pertengahan April hingga Mei ini, wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin jarang hujan dan cuaca ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY juga menyatakan bahwa status siaga darurat bencana hidrometeorologi di DIY telah berakhir per 30 April 2024 dan tidak diperpanjang.  Ini pertanda bahwa kemarau telah dimulai pada Mei ini.

Meski demikian, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mendeteksi sejumlah daerah di provinsi ini akan masih tetap diguyur hujan pada masa kemarau ini berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini.

Mana saja daerah di Yogya yang diprediksi masih diguyur hujan Mei ini?

Tiga daerah yang diguyur hujan

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono menuturkan berdasar hasil analisis profil vertikal kelembapan udara di Yogyakarta per 11 Mei, diketahui intensitasnya antara 60 – 90 persen atau cukup basah.

"Kondisi kelembapan udara itu memungkinkan terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY bagian utara pada siang hingga sore hari," kata Warjono pada Ahad, 12 Mei 2024.

BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta pun memperkirakan cuaca di sebagian wilayah DIY periode 12 – 14 Mei 2024 akan diguyur hujan

"Daerah yang berpotensi diguyur hujan tiga hari ke depan antara lain Kabupaten Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara dan timur, dan Kabupaten Kulon Progo bagian utara," kata dia.

Warjono menuturkan, dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan pada musim kemarau ini dipicu sejumlah faktor.

"Teridentifikasi adanya daerah perlambatan kecepatan angin yang terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat, Sumatra Barat hingga barat Aceh, Selat Malaka hingga Laut Andaman," kata dia.

IKLAN
 SCROLL UNTUK MELANJUTKAN 

Ia menambahkan, saat ini suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa terpantau hangat sebesar 29-30 derajat Celcius. Serta munculnya anomali suhu muka laut yang terpantau hangat sebesar 1.0 – 2.8 derajat Celcius sehingga menambah potensi penguapan atau kandungan uap air dalam atmosfer.

Tinggi gelombang perairan Yogyakarta

BMKG Yogyakarta mengingatkan, meski prakiraan tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta berkisar antara 1,25 - 2,5  meter atau kategori sedang, wisatawan dan nelayan tetap perlu berhati hati karena bisa berubah setiap saat.

Akhir pekan ini, pada Jumat 10 Mei 2024, perahu jukung milik nelayan sempat terhantam ombak di tebing Turi, Tileng, Girisubo, Gunungkidul. Akibatnya tiga nelayan yang berada di perahu itu sempat terombang ambing di lautan. 

Terjangan gelombang itu membuat kondisi perahu nelayan itu terendam air. Para nelayan pun bergegas meninggalkan perahu yang terendam itu. Mereka berenang menggunakan benda yang bisa mengapung.

Beruntung kejadian itu diketahui nelayan lain yang akhirnya menghubungi tim penyelamat dari Search and Rescue (SAR) Pantai Sadeng. Tim penyelamat pun datang dan akhirnya bisa mengevakuasi ketiga nelayan itu dan membawa ke Dermaga Pantai Sadeng Gunungkidul Yogyakarta. 

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Jurus Yogyakarta Jaga Kawasan Sumbu Filosofi dari Potensi Bencana

IKLAN



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hujan Lebat Picu Banjir Lahar Hujan di Sumbar, BMKG: Berpotensi Sepekan ke Depan

6 menit lalu

Warga melihat sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Banjir bandang akibat meluapnya aliran air lahar dingin Gunung Marapi serta hujan deras di daerah itu mengakibatkan 18 tewas, sejumlah rumah rusak dan ratusan warga diungsikan. ANTARA/Iggoy El Fitra
Hujan Lebat Picu Banjir Lahar Hujan di Sumbar, BMKG: Berpotensi Sepekan ke Depan

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi bakal terjadi hingga tanggal 22 Mei 2024 atau selama sepekan ke depan.


Banjir dan Tanah Longsor Melanda Aceh Selatan, Sebanyak 8.142 Jiwa Terdampak

32 menit lalu

Kondisi banjir di Aceh Selatan, Minggu, 12 Mei 2024. Sumber Foto: BPBD Aceh Selatan
Banjir dan Tanah Longsor Melanda Aceh Selatan, Sebanyak 8.142 Jiwa Terdampak

Banjir mengakibatkan rusaknya beberapa fasilitas umum serta tanah longsor menutupi badan jalan lintas nasional.


Peringatan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Hingga Perairan Sulawesi, Kapal Nelayan Harus Waspada

6 jam lalu

Sejumlah kapal ditambat di Dermaga Muara Baru, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter - 4 meter pada Selasa (12/3) dan Rabu (13/3) di wilayah perairan Indonesia serta menghimbau masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di pesisir agar selalu waspada. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Peringatan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Hingga Perairan Sulawesi, Kapal Nelayan Harus Waspada

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk perairan. Pola angin yang memicu ombak tinggi banyak terdeteksi di area Indonesia tengah.


Pertengahan 2024, Kebun Binatang Gembira Loka Datangkan Tiga Singa Afrika

7 jam lalu

Pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka melihat koleksi satwa di Zona Cakar yang baru dibuka. TEMPO | Pribadi Wicaksono
Pertengahan 2024, Kebun Binatang Gembira Loka Datangkan Tiga Singa Afrika

Setelah mendatangkan dua pasang Hyena Tutul dari Afrika pada Februari 2024 lalu, pada bulan depan atau Juni, Gembira Loka mendatangkan singa Afrika.


BMKG Deteksi Gempa Magnitudo 5,8 di Bolaang Mongondow, Hasil Pergerakan Lempeng Laut Sulawesi

8 jam lalu

Lokasi gempa di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Twitter BMKG
BMKG Deteksi Gempa Magnitudo 5,8 di Bolaang Mongondow, Hasil Pergerakan Lempeng Laut Sulawesi

Gempa M5,8 mengguncang Pantai Utara Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Senin pagi, 13 Mei 2024. Tidak ada potensi tsunami.


Definisi PTNBH, Gempa di Balik Banjir Sumbar, dan Daftar Game Mei 2024 Mengisi Top 3 Tekno Terkini

8 jam lalu

Logo PTNBH dan 11 anggotanya.
Definisi PTNBH, Gempa di Balik Banjir Sumbar, dan Daftar Game Mei 2024 Mengisi Top 3 Tekno Terkini

Konsep kelola PTNBH menjadi artikel terpopuler dalam Top 3 Tekno Berita Terkini, Senin, 13 Mei 2024.


BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Hingga Siang, Beberapa Area Bahkan Minim Awan

12 jam lalu

Jakarta cerah.[TEMPO/Tony Hartawan]
BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Hingga Siang, Beberapa Area Bahkan Minim Awan

BMKG memperkirakan Jakarta cerah sepanjang hari ini, Senin, 13 Mei 2024. Tak ada potensi hujan hingga esok dinihari.


Prediksi Cuaca Sepekan di Jawa Barat, Ada Tiga Hari dengan Potensi Hujan Besar

12 jam lalu

Warga berjalan menggunakan payung saat hujan di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Senin, 26 Desember 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang, lebat hingga sangat lebat di hampir seluruh wilayah Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Prediksi Cuaca Sepekan di Jawa Barat, Ada Tiga Hari dengan Potensi Hujan Besar

BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di Jawa Barat bakal berkurang selama sepekan, 13-19 Mei 2024.


Bukan Cuma Cuaca, Ada Gempa di Balik Bencana Banjir Lahar Sumbar

14 jam lalu

Foto udara kawasan yang terdampak banjir lahar dingin di Limo Kaum, Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, sebanyak 13 orang di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam meninggal dunia akibat banjir lahar dingin yang terjadi pada Sabtu (11/5) malam. ANTARA FOTO/Adi Prima
Bukan Cuma Cuaca, Ada Gempa di Balik Bencana Banjir Lahar Sumbar

BMKG menyerukan waspada bencana banjir lahar Gunung Marapi, banjir bandang, dan longsor di Sumbar sampai sepekan ke depan.


Sedang Asyik Jalan-jalan di Yogyakarta, Wisatawan Dihadang Debt Collector di Jalanan

1 hari lalu

Potongan video viral saat wisatawan yang sedang berwisata ke Yogya dihadang debt collector karena dituduh menunggak cicilan mobilnya. Dok.istimewa
Sedang Asyik Jalan-jalan di Yogyakarta, Wisatawan Dihadang Debt Collector di Jalanan

Para penagih pun telah meminta maaf kepada wisatawan Yogyakarta itu karena salah sasaran, melalui sambungan aplikasi video.


No comments:

Post a Comment

GEMAR BERMAIN MEDIA SOSIAL

 seorang warga Labusel bernama lahmuddin Harahap, Sumatra Utara,hobi main media sosial Facebook, Instagram, tiktok dan sebagainya, memiliki ...